
Kamis, 04 September 2008
Sabtu, 30 Agustus 2008
Hello....
Senin, 04 Agustus 2008
Cori Jalan-jalan
Setiap ada kesempatan dan waktu luang, ayah dan mama selalu mengajak Cori jalan-jalan. Tujuannya, selain untuk penyegaran, juga untuk perkembangan Cori.Nenek dan Ai, juga selalau diajak. Kadang makan di Food Court, Indonesian Food, atau sekedar makan jagung bakar.
Cori selalu tertawa-tawa dan senang melihat pemandangan di luar rumah. Lihat saja senyumnya yang selalu terkembang, saat dia difoto atau sekedar istirahat.
Selasa, 15 Juli 2008
Cori Sedang Bergaya dengan Peci
Cori mencoba peci khas Sambas.Peci itu akan dibagikan pada teman-teman ayahnya di Jakarta.
Ayah ke Jakarta, karena mendapat undangan dari panitia Mochtar Lubis Award. Tulisannya dengan judul The Lost Generation, 19 edisi di harian Borneo Tribune, masuk sebagai salah satu finalis untuk kategori investigasi.
Ketika peci akan dimasukkan ke tas, tak mau ketinggalan, Cori juga mencoba beberapa peci dan dicoba ke kepalanya.
Setelah itu, Cori berjalan-jalan di atas tempat tidur, sambil melihat-lihat wajahnya di cermin.
Di depan tempat tidur ayah dan mamanya, memang ada kaca rias.
Cori.....Cori.....
Suka begaya juga nampaknya.......
Minggu, 08 Juni 2008
Cori Sedang Menulis
Semenjak usia satu tahun lima bulan, Cori Nariswari Mernissi, selalu menghampiri ayah yang sedang menulis.Ia selalu minta pada ayah untuk duduk di kursi. lalu, dengan senang dan tertawa-tawa, Cori akan mulai memencet huruf-huruf yang ada di keyboard laptop.
Duh, senangnya kalau dia sudah bisa melihat huruf-huruf muncul di layar laptop.
Alhasil, ayah selalu mengalah dan beristirahat sebentar, untuk meladeni dan bermain dengan anak pertamanya ini.
Kamis, 01 Mei 2008
Cori Tertawa Sehabis Jatuh
Cori anak yang aktif. Dia selalu berlari kian kemari, sambil tertawa-tawa, riang.Senang melihatnya. Namun, kadang kuatir juga. Apalagi kalau dia sudah mulai naik kursi-kursi yang ada di ruang makan atau kursi di ruang keluarga.
Kalau sudah demikian, nenek yang selalu bersamanya setiap hari, akan senewen dan melarangnya. Tapi, dasar bocah. Dia tetap saja naik kursi dan berlari-lari.
Akibatnya, jidatnya terantuk dan luka.
Tak berapa lama setelah nangis, dia kembali lari-lari dan naik kursi lagi. Tentunya sambil tertawa-tawa.
Semoga kami sabar dalam mendidikmu, nak......
Jumat, 04 April 2008
Makan Tempura...
Langganan:
Postingan (Atom)

