Sabtu, 14 Agustus 2010

Cori Mewarnai Gambar

Saat mulai TK Nol Kecil, Kelas A2, dia mulai dapat teman baru. Cori juga mendapatkan berbagai pelajaran, menggambar dan membaca doa.

Ini adalah salah satu gambar yang diwarnai Cori.

Dua kombinasi warna cerah. Penuh semangat dan ekpresif.

Selamat menggambar, ya, Nak......

Senin, 10 Mei 2010

Lebaran ke Sanggau

Cori sedang dipangku ibu di depan teras rumah keluarga di Sanggau. Rumah itu dekat dengan sungai. Jernih airnya dan dalam.

Nenek Cori, Nenek Nazariyah berasal dari Sanggau.

Cori dan Keluarga tidak setiap tahun pulang ke Sanggau. Pulang biasanya pas Lebaran atau ada Keluarga Kawinan, atau ada yang meninggal.

Kalau pakai mobil, sekitar 5 jam dari Pontianak ke arah timur.

Nenek masih punya banyak keluarga di Sanggau.

Kalau sudah di Sanggau, kami sekeluarga muter-muter ke rumah keluarga.

Senang rasanya bisa berkunjung ke rumah kelahiran nenek.

Kalau nenek dari ayah, kelahiran Jepara di Jawa Tengah. Cori belum pernah ke Jepara.

Jepara kota kelahiran ibu Kartini, tokoh Emansipasi wanita. Juga kelahiran Ratu Shima dan Ratu Kalinyamat yang sangat terkenal itu.

Nama adik Cori, Shima, diambil dari nama Ratu Shima.

Suatu saat, Cori dan Keluarga ingin ke Jepara.

Kamis, 11 Februari 2010

Shima Lihat Lukisan

Shima bingung atau kagum, ya...??

Lihat lukisan sampai bengong gitu....

Habisnya, lukisannya bagus dan keren.

Itu lukisan yang dikasih Om Sugeng Hendratno. Dulu Om Sugeng melukis. Sekarang lebih banyak memotret.

Gambarnya topeng dengan berbagai ekspresi.

Pokoknya, keren punya lho....

Terima kasih ya Om Sugeng untuk lukisannya.

Senin, 18 Januari 2010

Cori Belajar Membaca

Meski belum bisa membaca, Cori senang sekali melihat-lihat buku. Cori juga senang dibacakan cerita sebuah buku.

Suatu saat, dia melihat buku yang bergambar anak kecil dan tertarik untuk membukanya. Buku itu berjudul A Child Called 'It, karya Dave Pelzer.

Dave Pelzer menulis beberapa buku, yang merupakan pengalaman hidupnya. Ada empat buku. A Child Called "It", The Lost Boy, A Man Named Dave, dan Help Yourself.

Buku-buku itu berisi pengalamannya masa kecil yang disiksa oleh ibu sendiri. Namun, dia berusaha tabah dan bertahan untuk terus hidup dan bangkit, sampai dia diadopsi oleh gurunya.

Selesai membaca buku-buku Dave Pelzer, kita selalu diingatkan bahwa, ada anak-anak kecil yang harus selalu dilindungi, dan menjadikan rumah serta keluarga, sebagai tempat teraman, melindungi, serta memberikan inspirasi, bagi kehidupan yang harus anak-anak jalani......

Minggu, 29 November 2009


Cori Manasik Haji

Senin, 30 November 2009, 13 Zulhijah, Cori mengikuti kegiatan Manasik Haji, bersama teman-temannya dari Play Group Mujahidin. Wuiiih...senang dan terharu melihatnya. Cori nampak serius mengikuti kegiatan itu, meski sesekali konsentrasinya terpecah karena melihat ayah yang sibuk motret...

Pengalaman itu, sangat berharga bagi Cori. Meski baru 2,8 tahun, sudah diajarin bagaimana melaksanakan ibadah haji. Ibu dan ayahnya sendiri, tidak tahu tahapan demi tahapan menunaikan ibadah haji. "Serasa benar-benar sedang mengalami ya," kata ayah, saat memotret kegiatan itu.

Hemmm, ibu pun menjadi terharu. Lihat Cori sangat menikmati kegiatan tersebut hingga selesai. Puluhan orangtua pun ikut mengantar anak-anaknya. Namun situasi jadi tidak teratur, karena sebagian para orangtua itu, membaur di antara anak-anak peserta manasik.

Cori terlihat menjalani tahap demi tahap manasik haji itu. Mungkin tidak lengkap seperti penyelenggaraan haji sesungguhnya. Tapi cukup membuat Cori dan teman-temannya, menikmati. Ya... menikmati versi anak-anak. Masih jauh dari memahami.

Mereka menjalani tahapan, mulai dari melempar jumrah dengan berbekal 10 butir batu dari rumah. Kemudian berdiam sejenak, melakukan thawaf (mengelilingi ka'bah), minum air zam-zam untuk menghilangkan haus. Lanjut lagi, Sa'i berlari-lari kecil, mencukur rambut bagi peserta laki-laki, dan... menyaksikan pemotongan hewan kurban.

Kalau mau jelasnya, Cori, ini loh tahapan berhajinya: Ibu barusan riset di google.
Ada beberapa Rukun Haji, dan jika ditinggalkan, haji menjadi batal. Rukun itu:
1. Ihram; 2. Wukuf di Arafah; 3. Thawaf Ifadhah; 4. Sa'i; 5. Tahallul; 6. Berurut (Syafi'i)

Kemudian wajib-wajib Haji dan jika ditinggalkan, wajib memotong DAM: 1. Berihram dari Miqat; 2. Mengucapkan Talbiyah (minimal sekali); 3. Memakai pakaian khusus (pria: 2 potong kain tak berjahit. Wanita pakaian Muslimah); 4. Berada di Arafah hingga terbenam matahari; 5. Mabit di Muzdalifah (minimal lewat ½ malam); 6. Melempar Jumrah (hari pertama hanya Aqabah. Disusul 2-3 hari melempar seluruh Jumrah); 7. Mabit di Mina (2-3 malam); 8. lTawaf Wada'

Selesai kegiatan, wah wah wah... pada kehausan dan capai semua. Cori pun kelaparan. Dia makan bekal nasi plus telur asin dan kecap manis. Menu sederhana tapi favorit Cori setiap sarapan pagi.

Ibu terharu jadinya. Niat ibu bisa naik haji saat umur 38 tahun. Ternyata, sebentar lagi nak, tinggal dua tahun. Dua khan ya, ibu dan ayah bisa melakukan perjalanan seperti yang Cori lakukan hari ini...Amin...

Jumat, 30 Oktober 2009

Cori Belajar Memotret Awal

Cori sedang belajar memotret. Apa saja akan coba dipotret.

Gayanya nggak nahan. Lucu banget.

Cori memotret Shima dan nenek, saat santai duduk di ruang tengah sambil nonton televisi.

Saat itu, umur Cori masuk dua tahun.

Wah, sudah pinter, mau mengikuti jejak siapa nih nak???...

Salam sayang ya...

Selasa, 15 September 2009

Shima Tertawa

Shima selalu tersenyum dan tertawa ngakak sejak kecil....

Hehehehehe.......

Apalagi saat diajak bercanda. Shima akan tertawa lepas.

Saat Shima sedang belajar berdiri, Ibu ngajak Shima bercanda. Ayah motret saat Shima tertawa lepas.

Hasilnya, lihat sendiri deh....

Ekspresi Shima lucu banget...